
Kalau kamu rutin merasakan penurunan energi di siang menuju sore hari, ada tiga hal yang sebenarnya sedang terjadi di dalam otakmu. Memahami ini bisa membantu kamu mengambil keputusan yang lebih baik, bukan hanya soal kopi atau tidur siang, tapi soal bagaimana kamu mengelola hari.
Otak manusia memiliki jam internal yang disebut ritme sirkadian. Jam ini dikendalikan oleh sekelompok sel kecil di otak bernama suprachiasmatic nucleus, semacam pusat komando yang mengatur kapan tubuh harus aktif, kapan harus istirahat, dan kapan harus waspada.
Ritme ini memengaruhi hampir semua proses mental dan fisik kita, termasuk seberapa besar motivasi yang kita rasakan di waktu tertentu. Pukul 3 sore adalah salah satu titik terendah dalam siklus ini untuk kebanyakan orang.
Penelitian dari Swinburne University of Technology menunjukkan bahwa bagian otak yang mengatur motivasi dan rasa pencapaian disebut putamen, dimana otak mengalami aktivitas paling rendah di sekitar pukul 14.00 - 15.00. Ini bukan perasaan subjektif, ini terukur secara ilmiah menggunakan functional MRI.
Saat putamen kurang aktif, kamu cenderung merasa tugas yang ada terasa lebih berat dari biasanya, sulit memulai, dan mudah teralihkan. Bukan karena tugasnya susah, tapi karena otakmu sedang dalam mode "low power."
Ini yang menarik: peneliti menemukan bahwa otak sebenarnya sudah "mengharapkan" sesuatu yang memuaskan di jam kritis tersebut (14.00-15.00), tapi tidak mendapatkannya. Akibatnya, ada semacam kekecewaan biologis yang membuat energi terasa terkuras.
Solusinya? Berikan otak dan tubuhmu sesuatu yang nyata untuk "merespons", baik berupa pencapaian kecil, gerakan fisik singkat, maupun asupan energi yang tepat.
Strategi Praktis Mengelola Tiga Faktor Ini:
Untuk mendukung energi yang lebih stabil dan tahan lama sepanjang hari, YA'Bar bisa menjadi pilihan yang tepat. Formulasinya dirancang untuk memberi energi yang tidak datang dan pergi begitu saja karena menggunakan Gula Lontar dengan indeks glikemik rendah (Low GI) yang menemanimu melewati hari dengan lebih konsisten dan maksimal.
Baca juga mengenai Kenapa Kamu Selalu Ngantuk dan Lesu di Jam 3 sore? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Sumber data: Afternoon Slump Explained, Journal of Neuroscience