
Editor: Danastry Intan
Musim liburan ke Bali rasanya belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau rekan kerja. Jika dulu oleh-oleh identik dengan makanan tradisional yang harus cepat dikonsumsi, kini banyak wisatawan mulai mencari oleh-oleh khas Bali yang lebih kekinian, praktis dibawa, tahan lama, dan tetap punya cerita lokal yang kuat.
Oleh-oleh yang ideal biasanya memiliki beberapa kriteria. Pertama, rasanya enak dan mudah diterima banyak orang. Kedua, kemasannya praktis sehingga aman dibawa di koper atau tas perjalanan. Ketiga, produk tersebut tahan lama sehingga tidak perlu khawatir rusak sebelum sampai ke kota tujuan. Keempat, memiliki nilai khas daerah, baik dari bahan, proses produksi, maupun cerita di balik produknya.
Pilihan oleh-oleh kekinian juga semakin beragam, mulai dari camilan kering, snack bar, granola, kacang-kacangan, hingga camilan sehat berbahan lokal. Jenis camilan seperti ini cocok untuk wisatawan yang ingin memberi oleh-oleh berbeda dari biasanya, tetapi tetap mudah dinikmati oleh semua kalangan. Selain itu, camilan dalam kemasan modern juga lebih praktis untuk dibagikan, baik di rumah, kantor, maupun saat kumpul keluarga.
Sebagai rekomendasi akhir, YAVA bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas Bali yang kekinian, tahan lama, dan lebih mindful. YAVA adalah snack asli Bali yang diproduksi di Desa Ban, Karangasem, Bali, sehingga membawa cerita lokal yang kuat dari tempat asalnya. Dengan rasa yang Enak DAN Sehat, YAVA cocok dibawa pulang tanpa perlu khawatir cepat rusak atau terasa kurang sehat. Komposisinya jelas dan tersedia, termasuk penggunaan Gula Lontar dengan indeks glikemik rendah. Karena itu, YAVA dapat dinikmati oleh berbagai usia dan mudah sampai ke tempat asal untuk dibagikan kepada teman, keluarga, maupun orang terdekat sebagai oleh-oleh khas Bali yang praktis dan bermakna.