Editor: Danastry Intan
Anak susah makan sering membuat orang tua khawatir. Namun, pada usia balita, kebiasaan memilih makanan sebenarnya cukup umum terjadi. FamilyDoctor menjelaskan bahwa pola makan anak bisa berubah-ubah: ada hari ketika anak makan banyak, ada juga hari ketika ia hanya mau makanan tertentu atau menolak mencoba makanan baru. Kondisi ini sering menjadi bagian dari proses anak belajar mandiri.
Agar waktu makan tidak berubah menjadi “drama”, berikut 4 cara sederhana yang bisa dicoba orang tua.
- Jangan memaksa anak makan
Memaksa anak menghabiskan makanan justru bisa membuatnya semakin menolak. Orang tua dapat menyediakan makanan bergizi, tetapi anak tetap perlu belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri. Buat suasana makan lebih tenang, tanpa ancaman, hukuman, atau suap makanan manis.
- Berikan porsi kecil
Anak balita memiliki kapasitas makan yang tidak sebesar orang dewasa. FamilyDoctor menyarankan porsi kecil, misalnya satu sendok makan untuk setiap jenis makanan sesuai usia anak. Porsi kecil membuat anak tidak merasa tertekan dan bisa meminta tambah jika masih lapar.
- Kenalkan makanan baru secara bertahap
Jika anak menolak makanan baru, jangan langsung menyerah. Anak mungkin perlu melihat atau mencoba makanan yang sama berkali-kali sebelum mau menerimanya. Sajikan makanan baru bersama makanan favoritnya agar anak merasa lebih nyaman.
- Buat waktu makan lebih menyenangkan
Libatkan anak saat memilih bahan makanan, menyiapkan meja, atau menghias piring. UNICEF juga menyarankan orang tua untuk melibatkan anak dalam proses makan karena anak lebih tertarik mencoba makanan yang ikut mereka pilih atau siapkan.
Yang terpenting, tetap sabar dan konsisten. Selama anak tetap aktif, tumbuh dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda gangguan kesehatan, susah makan biasanya bisa membaik perlahan. Namun, jika berat badan anak tidak naik atau anak sering menolak makan dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.
—----------------------------------------
Sumber :