HAPPY FOOD NOTES

Yuk, Jalan Santai Setelah Makan: Rahasia Kontrol Gula Darah

Shirleen Gabriele Havellar S,Gz  
Ahli Ilmu Gizi

Setelah menikmati makanan lezat, sering kali kita merasa ngantuk dan tergoda untuk duduk atau rebahan. Tapi, tahukah Anda bahwa berjalan kaki sebentar setelah makan bisa membantu tubuh mengelola gula darah dengan lebih baik? Saat kita berjalan, otot-otot bekerja lebih aktif dan menggunakan glukosa dari makanan yang baru saja kita konsumsi, sehingga kadar gula darah tidak naik terlalu tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki ringan 30 menit setelah makan, selama 10-15 menit, dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penyerapan glukosa oleh otot selama aktivitas fisik ringan.

Selain menurunkan gula darah, jalan kaki juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh mengambil glukosa dari darah. Dengan sensitivitas insulin yang lebih baik, tubuh lebih efisien dalam mengelola gula darah.

Waktu yang Tepat untuk Jalan Kaki
Kapan waktu terbaik untuk berjalan kaki? Berjalan kaki setelah makan adalah yang paling efektif untuk mengontrol lonjakan gula darah. Jadi, tidak perlu buru-buru, cukup luangkan waktu 10-15 menit setelah makan untuk berjalan kaki ringan di sekitar rumah atau kantor. (tentu saja, berjalan kaki vs duduk selalu menyehatkan! - tetapi akan lebih bermanfaat jika Anda berjalan kaki setelah makan.  Baca terus artikel ini!)

Manfaat Tambahan Jalan Kaki Setelah Makan
Selain membantu mengontrol gula darah, berjalan kaki setelah makan juga punya banyak manfaat lainnya:
Meningkatkan Pencernaan: Membantu proses pencernaan dengan mempercepat gerakan makanan melalui saluran pencernaan.
Meningkatkan Mood: Aktivitas fisik ringan dapat merangsang produksi endorfin yang membuat Anda merasa lebih bahagia.
Membantu Menurunkan Berat Badan: Membakar kalori tambahan yang bisa membantu menjaga atau menurunkan berat badan.

Tips Jalan Santai Setelah Makan
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, berikut beberapa tips untuk jalan santai setelah makan:
1. Durasi: Cukup 10-15 menit berjalan kaki ringan setelah makan.
2. Intensitas: Jalan dengan kecepatan santai, tidak perlu terburu-buru.
3. Lokasi: Cari tempat yang nyaman dan aman, seperti taman atau area sekitar rumah.
4. Konsistensi: Lakukan secara rutin setiap selesai makan utama, baik sarapan, makan siang, maupun makan malam.
5. Teman Jalan: Ajak teman atau keluarga untuk menemani, agar lebih menyenangkan.

Jadi, jangan ragu untuk mulai kebiasaan baru yang menyehatkan ini. Jalan santai setelah makan bukan hanya menyenangkan, tetapi juga cara yang efektif untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan kesehatan secara keseluruhan. 
Anda juga bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan mengonsumsi makanan dan camilan yang memiliki indeks glikmeik rendah, seperti YAVA. YAVA berkomitmen untuk mendukung Masyarakat Indonesia mencapai kesehatan yang optimal, termasuk dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. YAVA menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya gula lontar. Gula lontar memiliki indeks glikemik rendah dan kaya nutrisi, sehingga lebih aman untuk kadar gula darah. Temukan berbagai varian produk YAVA seperti Granola Bites, di toko offline glikemikatau online kesayangan Anda.

Referensi
Bellini, A., Nicolò, A., Bazzucchi, I. & Sacchetti, M., 2022. The effects of postprandial walking on the glucose response after meals with different characteristics. Nutrients. doi: 10.3390/nu14051080.

Caruso, L., Zauli, E. and Vaccarezza, M. (2023) ‘Physical exercise and APPETITE regulation: New insights’, Biomolecules, 13(8), p. 1170. doi:10.3390/biom13081170. .

Engeroff, T., Groneberg, D.A. and Wilke, J. (2023) ‘After dinner rest a while, after Supper Walk a mile? A systematic review with meta-analysis on the acute postprandial glycemic response to exercise before and after meal ingestion in healthy subjects and patients with impaired glucose tolerance’, Sports Medicine, 53(4), pp. 849–869. doi:10.1007/s40279-022-01808-7.

Koloski, N.A. et al. (2020) ‘Functional dyspepsia is associated with lower exercise levels: A population‐based study’, United European Gastroenterology Journal, 8(5), pp. 577–583. doi:10.1177/2050640620916680.

Van Dijk, J. W., Tummers, K., Stehouwer, C. D. A., Hartgens, F., van Loon, L. J. C., 2019. "The immediate effects of a single bout of exercise on glucose metabolism in type 2 diabetes mellitus." Diabetes Care, 42(4), pp. 586-593.