HAPPY FOOD NOTES

Kebanyakan duduk bikin banyak penyakit? Yuk, cari tahu faktanya!

Shirleen Gabriele Havellar S,Gz  
Ahli Ilmu Gizi

Siapa di sini yang suka duduk berjam-jam, baik itu di depan komputer, menonton TV, atau bekerja? Mungkin kamu merasa nyaman, namun siapa sangka bahwa duduk terlalu lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan kita? Yuk, kita ulas lebih dalam tentang risiko duduk lama dan bagaimana cara mengatasinya berdasarkan penelitian terbaru!

Mengapa Duduk Lama Berbahaya?

Menurut penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism di tahun 2020, duduk terlalu lama bisa mengganggu metabolisme tubuh kita, termasuk peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa duduk selama berjam-jam tanpa istirahat bisa menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Hal ini berujung pada meningkatnya kadar gula darah yang berisiko memicu diabetes tipe 2.

Selain meningkatkan kadar gula darah, duduk terlalu lama juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti:
- Obesitas:  Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan lebih sedikit kalori yang dibakar dan pada akhirnya meningkatkan lemak tubuh.
- Masalah Jantung: Aliran darah yang kurang lancar dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.
- Gangguan Postur: Posisi duduk yang buruk bisa menyebabkan nyeri punggung dan leher.
- Depresi dan Kecemasan: Kurangnya gerakan dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Jangan khawatir! Ini cara mengurangi dampak buruk duduk terlalu lama.

1. Bergerak Setiap 30 Menit: Berdirilah dan lakukan peregangan atau berjalan-jalan setidaknya 3 menit setiap setengah jam. Penelitian menunjukkan bahwa hal Ini membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi risiko resistensi insulin.

2. Gunakan Meja Berdiri: Cobalah bekerja dengan meja yang bisa diatur ketinggiannya sehingga kamu bisa bergantian antara duduk dan berdiri.

3. Olahraga Rutin: Luangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga. Aktivitas fisik seperti berjalan cepat, jogging, atau yoga sangat bermanfaat.

4. Jaga Postur Duduk: Pastikan kamu duduk dengan posisi yang benar. Gunakan kursi yang mendukung tulang belakang dan sesuaikan posisi layar komputer sejajar dengan mata.

5. Kurangi Waktu Duduk di Luar Kerja: Batasi waktu menonton TV atau bermain gadget setelah jam kerja. Ajaklah keluarga untuk berjalan-jalan atau beraktivitas bersama di luar rumah.
Mengubah kebiasaan duduk lama memang tidak mudah, tapi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang kita. Mulailah dengan langkah kecil, seperti bergerak setiap 30 menit dan berolahraga secara teratur. Dengan begitu, kita bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menghindari berbagai masalah kesehatan lainnya.

Jadi, mulai sekarang kita usahakan menjaga kesehatan dengan kebiasaan sederhana yang berdampak besar! Kesehatan kita adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga.YAVA juga berkomitmen untuk mendukung Masyarakat Indonesia mencapai kesehatan yang optimal, termasuk dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. YAVA menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya gula lontar. Gula lontar memiliki indeks glikemik rendah dan kaya nutrisi, sehingga lebih aman untuk kadar gula darah. Temukan berbagai varian produk YAVA seperti produk Granola with Cashew, di toko offline atau online kesayangan Anda.


Referensi:
Ekelund, U. et al. (2019) ‘Dose-response associations between accelerometry measured physical activity and sedentary time and all cause mortality: Systematic review and harmonised meta-analysis’, BMJ, p. l4570. doi:10.1136/bmj.l4570.

Smith, J.A. et al. (2021) ‘Three weeks of interrupting sitting lowers fasting glucose and glycemic variability, but not glucose tolerance, in free-living women and men with obesity’, American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism, 321(2). doi:10.1152/ajpendo.00599.2020.