
Editor: dr. Andrew Octovianus Wijaya, Danastry Intan
Asam lambung naik (gastroesophageal reflux/ GERD) adalah kondisi yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Gejalanya bervariasi, mulai dari sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), mual, perut kembung, rasa mengganjal di tenggorokan, hingga munculnya rasa asam atau pahit di mulut. Kondisi ini terjadi ketika cairan asam dari lambung mengalir kembali ke saluran kerongkongan (esofagus). Secara medis, salah satu penyebab utamanya adalah melemahnya atau merelaksasinya katup penutup antara kerongkongan dan lambung (lower esophageal sphincter / LES), sehingga asam lambung dengan mudah terdorong ke atas.
Mekanisme terbukanya katup LES pada GERD. Source: Tatsiana Matusevich / Getty Images
Ada beberapa faktor yang dapat merangsang produksi berlebih atau memicu naiknya asam lambung, antara lain:
Karena itu, mengatur porsi dan jadwal makan, memberi jeda sebelum tidur, mengelola stres dan berat badan, serta memilih makanan yang lebih ringan dapat membantu mengurangi risiko kambuh.
Solusi Praktis untuk Ngemil: Kadang yang susah itu cari camilan sehat pas lagi sibuk di kantor. Daripada jajan gorengan, sedia YA'Bar di tas kamu. Bar ini dibuat dari bahan-bahan utuh pilihan dan pakai Gula Lontar yang rendah glikemik. Selain bagus buat pencernaan karena seratnya, YA'Bar ngasih kamu energi lebih lama buat lanjut kerja tanpa bikin perut terasa begah atau berat.
Sumber: